Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2016

Low Pass Filter dan High Pass Filter




Filter dalam bidang elektronika adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk mengambil/melewatkan tegangan output pada frekuensi tertentu yang diinginkan dan untuk melemahkan/membuang ke ground tegangan output pada frekuensi tertentu yang tidak diiginkan. Filter dalam elektronika dibagi dalam dua kelompok yaitu filter pasif dan filter aktif. Untuk membuat suatu filter pasif dapat digunakan komponen pasif (R, L, C).  Sedangkan untuk membuat filter aktif diperlukan rangkaian (R, L, C dan transistor atau Op-Amp).
A.    Low Pass Filter
Low Pass Filter (LPF) adalah filter yang hanya melewatkan sinyal dengan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc) dan akan melemahkan sinyal dengan frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi cut-off (fc). Pada filter LPF yang  ideal sinyal dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off (fc) tidak akan dilewatkan sama sekali (tegangan output = 0 volt). Rangkaian low pass filter RC merupakan jenis filter pasif, dengan respon frekuensi yang ditentukan oleh konfigurasi R dan C yang digunakan.
Rangkaian Dasar Dan Grafik Respon Frekuensi Low Pass Filter RC

http://elektronika-dasar.web.id/wp-content/uploads/2012/05/Rangkaian-Dasar-Dan-Grafik-Respon-Frekuensi-Low-Pass-Filter-RC.jpg
Frekuensi cut-off (fc) dari filter pasif lolos bawah (Low Pass Filter,LPF) dengan RC dapat dituliskan dalam persamaan matematik sebagai berikut. 
f_{c}=\frac{1}{2\pi RC}
Rangkaian filter pasif LPF RC diatas terlihat seperti pembagi tegangan menggunakan R. Dimana pada filter LPF RC ini teganga output diambil pada titik pertemuan RC. Tegangan output (Vout) filter pasif LPF seperti terlihat pada rangkaian diatas dapat diekspresikan dalam persamaan matematis sebagai berikut.
http://latex.codecogs.com/gif.latex?V_%7bout%7d=\frac%7b1/j\omega&space;C%7d%7b1/j\omega&space;C+R%7d\cdot&space;V_%7bin%7d

Besarnya penguatan tegangan (G) pada filter pasif yang ideal maksimum adalah 1 = 0dB yang hanya terjadi pada frekuensi sinyal input dibawah frekuensi cut-off (fc). Penguatabn tegangan (G) filter LPF RC pasif dapat dituliskan dalam persamaan matematis sebagai berikut.
http://latex.codecogs.com/gif.latex?G=\left&space;|&space;\frac%7bV_%7bout%7d%7d%7bV_%7bin%7d%7d&space;\right&space;|
Dan penguatan tegangan (G) LPF RC dapat dituliskan dalam satuan dB sebagai berikut.
http://latex.codecogs.com/gif.latex?G=20log\frac%7bV_%7bout%7d%7d%7bV_%7bin%7d%7d=20log\frac%7b1%7d%7b1+\omega&space;%5e2C%5e2R%5e2%7d
Ø  Filter aktif low pass adalah rangkaian filter yang menggunakan penguat operasional (Op-Amp) rangkaian terpadu (IC) dimana rangkaian filter aktif low pass ini akan meloloskan sinyal input dengan frekuensi dibawah frekuensi cut off rangkaian dan akan melemahkan sinyal input dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off rangkaian filter aktif low pass tersebut. Seperti tampak pada gambar ini adalah gambar Low Pass Filter Butterworth dengan perhitungan sebagai berikut:
 Rangkaian Dasar Filter Aktif Low Pass (LPF)

Rangkaian Dasar Filter Aktif Low Pass (LPF),lpf aktif,low pass filter aktif,aktif low pass,filter aktif low pas,filter aktif lolos bawah,rangkaian filter aktif low pass,skema filter aktif low pass,skema LPF aktif,rangkaian LPF aktif,teori lpf aktif,output lpf aktif,low pass filter,teori low pass filter,filter aktif low pass adalah,lpf adalah
Frekuensi cut-off filter low pass (fc) :
http://latex.codecogs.com/gif.latex?f_%7bc%7d=\frac%7b1%7d%7b2&space;\pi&space;RC%7d

Penguatan filter low pass (AF) :
http://latex.codecogs.com/gif.latex?A_%7bF%7d=\frac%7bV_%7bo%7d%7d%7bV_%7bi%7d%7d=1+\frac%7bR_%7b2%7d%7d%7bR_%7b1%7d%7d





Respon Frekuensi Filter Aktif Low Pass

Respon Frekuensi Filter Aktif Low Pass,frekuensi respon low pass filter,frekuensi cut off low pass filter,frekuensi low pass filter aktif,tanggapan frekuensi low pass filter,gain low pass filter,penguatan low pass filter aktif,karakteristik LPF aktif,grafik output LPF aktif
Respon frekuensi atau penguatan sinyal terhadap perubahan frekuensi sinyal input pada filter aktif low pass ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
1.      Pada saat sinyal input dengan frkuensi (f) lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc) f < fc
2.      Pada saat sinyal input dengan frkuensi (f) sama dengan frekuensi cut-off (fc) f = fc
3.      Pada saat sinyal input dengan frkuensi (f) lebih tinggi dari frekuensi cut-off (fc) f > fc 

B.     High Pass Fillter
Filter high-pass atau sering juga disebut dengan filter lolos atas adalah suatu rangkaian yang akan melewatkan suatu isyarat yang berada diatas frekuensi cut-off (ωc) sampai frekuensi cut-off (ωc) rangkaian tersebut dan akan menahan isyarat yang berfrekuensi dibawah frekuensi cut-off (ωc) rangkaian tersebut. Filter high-passs dasar disusun dengan rangkaian RC seperti berikut.
Rangkaian High Pass Filter (HPF) RC
High Pass Filter,rangkaian high pass filter,filter high pass,filter lolos atas,rangkaian filter lolos atas,teori filter lolos atas,teori filter high pass,teori high pass filter,hilter high pass RC,filter RC high pass,skema filter high pass,pengertian filter high pass
Prinsip kerja dari filter high pass atau filter lolos atas adalah dengan memanfaatkan karakteristik dasar komponen C dan R, dimana C akan mudah melewatkan sinyal AC sesuai dengan nilai reaktansi kapasitifnya dan komponen R yang lebih mudah melewatkan sinyal dengan frekuensi yang rendah. Prinsip kerja rangkaian filter lolos atas atau high pass filter (HPF) dengan RC dapat diuraikan sebagai berikut, apabila rangkaian filter high pass ini diberikan sinyal input dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off (ωc) maka sinyal tersebut akan di lewatkan ke output rangkaian melalui komponen C. Kemudian pada saat sinyal input yang diberikan ke rangkaian filter lolos atas atau high pass filter memiliki frekuensi di bawah frekuensi cut-off (ωc) maka sinyal input tersebut akan dilemahkan dengan cara dibuang ke ground melalui komponen R.
Frekuensi resonansi dari filter high-pass mengikuti nilai time constant (τ) dari rangkaian RC tersebut.
http://latex.codecogs.com/gif.latex?T=R\cdot&space;C
Sehingga frekuensi cut-off dari filter tersebut adalah :
http://latex.codecogs.com/gif.latex?f_%7bc%7d=\frac%7b1%7d%7b2\pi&space;T%7d=\frac%7b1%7d%7b2\pi&space;RC%7d
Sinyal output rangkaian filter high-pass mendahului inputnya yaitu sebesar :
http://latex.codecogs.com/gif.latex?\phi&space;=tan%5e%7b-1%7d(\frac%7b1%7d%7b\omega&space;RC%7d)
Grafik karakteristik dari high pass filter (HPF) atau filter lolos atas dengan komponen RC dapat digambarkan dengan perbandingan antara tegangan output filter terhadap frekuensi yang diberikan kepada rangkaian filter high pass (HPF) tersebut. Untuk lebih jelasnya grafik karakteristik filter high pass (HPF) ditunjukan pada gambar berikut:
Grafik Karakteristik High Pass Filter (HPF) Dengan RC
Karakteristik High Pass Filter,prinsip kerja high pass filter,karakteristik filter lolos atas,prinsip kerja filter lolos atas,output high pass filter,frekuensi cut off high pass filter,rumus filter high pass,high pass filter adalah
Ø  Filter aktif high pass atau sering disebut dengan Active High Pass Filter (Active HPF) atau juga disebut dengan filter aktif lolos atas adalah rangkaian filter yang akan melewatkan sinyal input dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off rangkaian dan akan melemahkan sinyal input dengan frekuensi dibawah frekuensi cut-off rangkaian dan ditambahkan rangkaian penguat tegangan menggunakan operasional amplifier (Op-Amp). Rangkaian high pass filter aktif pada dasarnya sama saja dengan filter pasif high pass, perbedaannya pada bagian output filter aktif high pass ditambahkan rangkaian penguat tegangan.





Rangkaian Filter Aktif High Pass (HPF)
Rangkaian Filter Aktif High Pass (HPF),teori high pass filter aktif,filter aktif high pass,active filter high pass,HPF,rangkaian HPF aktif,skema HPF aktif,membuat HPF faktif,rumus HPF aktif,filter aktih high pass,rangkaian filter aktif HPF,skema filter aktif high pass,skema HPF aktif,skema aktif filter high pass,definisi high pass filter aktif,karakteristik high pass filter aktif
Dari gambar rangkaian Filter Aktif High Pass (HPF) diatas terdapat perhitungan-perhitungan dari filter aktif high pass sebagai berikut :
Frekuensi cut-off rangkaian filter aktif high pass (fc) adalah :
http://latex.codecogs.com/gif.latex?f_%7bc%7d=\frac%7b1%7d%7b2&space;\pi&space;RC%7d
Pergeseran sudut fasa yang terjadi pada rangkaian filter aktif high pass (Φ) :
http://latex.codecogs.com/gif.latex?\Phi&space;=tan%5e%7b-1%7d\left&space;(&space;\frac%7b1%7d%7b2&space;\pi&space;fRC%7d&space;\right&space;)
Faktor penguatan tegangan rangkaian penguat pada filter aktif high pass (Af) diatas adalah :
http://latex.codecogs.com/gif.latex?A_%7bf%7d=1+\frac%7bR_%7b2%7d%7d%7bR_%7b1%7d%7d
Rangkaian filter aktif high pass pada gambar diatas adalah filter aktif high pass jenis butterworth dimana besarnya penguatan tegangan (Av) yang terjadi pada filter aktif high pass ini dapat dituliskan dengan persamaan matematis sebagai berikut :







Respon Frekuensi Filter Aktif High Pass (HPF)
Respon Frekuensi Filter Aktif High Pass (HPF),frekuensi respon high pass filter,respon frekuensi filter aktif high pass,tanggapan frekuensi filter aktif high pass,respon frekuensi HPF,analisa high pass filter aktif,perhitungan high pass filter aktif,tegangan output filter high pass,frekuensi cut off high pass filter
Penguatan tegangan dari sinyal input yang diberikan ke rangkaian filter aktif high pass ini memiliki perbedaan pada respon frekuensi rangkaian filter aktif high pass sebagai berikut.
1.      Pada saat sinyal input dengan frekuensi (f) lebih tinggi dari frekuensi cut-off (fc)
2.      Pada saat sinyal input dengan frekuensi (f) sama dengan dari frekuensi cut-off (fc)
3.      Pada saat sinyal input dengan frekuensi (f) lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc)

Minggu, 22 November 2015

Contoh Kata Pengantar


Kata Pengantar

            Segala puji kepada Allah SWT. atas rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga makalah yang berjudul “Kerangka dan Pengembangan Kerangka Karangan” dapat terselesaikan.

            Terima kasih juga kepada teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini. Saya ucapkan terima kasih juga kepada Bapak ........, atas bimbingan yang  telah diberikan.

            Makalah ini bertujuan untuk memberitahu bagaimana pola penyusunan sebuah kerangka karangan, apa saja langkah-langkah yang harus diperhatikan dan membantu dalam pembuatan sebuah karangan yang baik dan benar.

            Saya mohon maaf apabila ada kekurangan-kekurangan yang ada dalam makalah ini. Saya mohon ampun kepada Allah SWT. Saya harap makalah ini dapat menjadi panduan.

 

Palembang, 15 November 2015

 

Penulis

Makalah Kerangka Karangan dan Pengembang Karangan

http://www.4shared.com/file/NeWthpEzce/Makalah_Bahasa_Indonesia-Cover.html
http://www.4shared.com/file/sm1wA8oUce/BAB_1_2.html
http://www.4shared.com/file/wNazqJVBce/DAFTAR_ISI_2.html

Makalah Bahasa Indonesia



BAB 1


PENDAHULUAN


 


  1. Latar Belakang


Sebuah kerangka karangan mengandung rencana kerja, memuat ketentuan-ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus diperinci dan dikembangkan. Kerangka karangan menjamin suatu penyusunan yang logis dan teratur, serta memungkinkan . Seorang penulis membedakan gagasan-gagasan utama dari gagasan- gagasan tambahan.


Sebuah kerangka karangan tidak boleh diperlakukan sebagai suatu pedoman yang kaku, tetapi selaiu dapat mengalami perubahan dan perbaikan untuk mencapai suatu bentuk yang semakin lebih sempurna. Kerangka karangan dapat berbentuk catatan-catatan sederhana, tetapi dapat juga berbentuk mendetail, dan digarap dengan sangat cermat.


 


  1. Rumusan Masalah


  1. Apa pengertian kerangka karangan?
  2. Apa saja bentuk dari kerangka karangan?
  3. Bagaimana pola susunan kerangka karangan.?
  4. Apa saja yang termasukjenis karangan?
  5. Bagaimana langkah-langkah menulis kerangka karangan?
  6. Apa saja syarat dan fungsi kerangka karangan?
     


  1. Tujuan Penulisan


  1. Untuk mengetahui langkah-langkah menyusun kerangka karangan.
  2. Untuk mengetahui syarat penulisan kerangka karangan yang baik.
     


  1. Metode Penulisan


Metode yang digunakan penulis dalam mencari atau mengumpulkan data ini menggunakan metode kepustakaan. Dimana metode ini pengumpulan data dengan cara mengkaji dan menelaah data dari internet.


 


 


BAB 2


PEMBAHASAN


 


  1. Pengertian Kerangka Karangan
    Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.


Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.


 


  1. Bentuk-Bentuk Kerangka Karangan


  1. Kerangka Kalimat menggunakan kalimat deklaratif (berita) yang lengkap untuk merumuskan setiap topik, subtopik maupun sub-sub topik.
    Contoh:


  1. Pendahuluan


  1. Latar belakang membahas kesenjangan konsep ideal dan fakta, kajian pustaka, dan penalaran yang menimbulkan masalah.
  2. Masalah merumuskan pertanyaan yang hendak dibahas.
  3. Tujuan berisi upaya yang hendak dicapai.
  4. Pembatasan masalah mrinci ruang lingkup pembahasan konsep, tempat penelitian dan waktu penelitian.
  5. Metode pembahasan menguraikan cara menganalisis.


  1. Deskripsi teori berisi karian teoretik variabel pertama dan kedua.


  1. Deskripsi variabel pertama, teori x berisi definisi dan deskripsi singkat.
  2. Deskripsi variabel kedua, teori y berisi definisi dan deskripsi singkat.


  1. Metode Penelitian membahas cara meneliti, cara mengumpulkan data, dan cara menganalisi sampai mendapatkan hasil analisis data.
  2. Deskripsi data menggambarkan data, menganalisis data, dan hasil analisis.
  3. Kesimpulan menafsirkan hasil analisis, dan menyampaikan saran atau rekomendasi.


  1. Kerangka topik berisi topik dan sub-subtopik  yang berupa frasa, bukan kalimat lengkap.
     


  1. Pola Susunan Kerangka Karangan


  1. Kerangka kasar menuju kerangka sempurna. Setelah diperoleh kerangka kasar, penulis memikirkan rincian setiap bab kasar menjadi sebuah kerangka yang lebih terinci. Kerangka karangan dapat dirinci menjadi kerangka topik sempurna dengan menambahkan detail pada masing-masing subtopik.
  2. Kerangka sistem lekuk dengan angka romawi, huruf kapital, dan angka arab.
  3. Kerangka sistem lekuk dengan angka desimal.
  4. Kerangka sistem lurus dengan angka romawi dan desimal.
  5. Kerangka karangan dengan romawi lurus model kerangka karangan pemelitian kualitatif.
  6. Kerangka karangan dengan romawi dan desimal lurus model kerangka penelitian kualitatif, untuk penulisan makalah.


Menyusun kerangka berarti merinci topik berdasarkan kalimat tesis ke dalam subtopik, merinci subtopik menjadi unsur-unsur subtopik yang lebih kecil. Untuk menyusun kerangka karangan, perhatikan proses berikut ini:


  1. Merumuskan topik menjadi rumusan masalah, tujuan, dan kalimat tesis,
  2. Menyusun rincian kalimat tesis menjadi kerangka kasar/ragangan yang terdiri pendahulan dan bahasan utama, masing-masing disertai judul bab,
  3. Merinci kerangka kasar (ragangan) menjadi kerangka sempurna dengan merinci bab menjadi subab, dan merinci subab menjadi sub-subjudul yang lebih kecil, serta tambahan unsur pembuka dan unsur penutup.
     


  1. Macam-Macam Kerangka Karangan


  1. Makalah


Makalah membahas sebuah topik yang terkait dengan perkuliahan atau tema dalam suatu seminar, simposium, kongrs, atau seminar lokakarya. Sistematika makalah: jdul, abstrak, pendahuluan, pembahasan isi, kesimpulan, dan daftar pustaka.


  1. Artikel Jurnal


Artikel jurnal adalah karangan ilmiah dalam ilmu bidang tertentu yang diterbitkan dalam sebuah jurnal yang khusus menerbitkan bidang kajian ilmu tersebut. Sistmatika artikel junal: judul, nama penulis, abstrak, pendahuluan, bagian inti, penutup atau kesimpulan, daftar pustaka.


  1. Proposal
    Proposal adalah karangan ilmiah yang berisi rancangan kerja.
     


  1. Langkah-Langkah Menyusun Kerangka Karangan


Suatu kerangka karangan yang baik tidak sekali dibuat. Penulis selalu akan berusaha menyempurnakan bentuk yang pertama, sehingga bisa diperoleh bentuk yang lebih baik, demikian seterusnya. Untuk itu dapatdikemukakan beberapa langkah yang perlu diikuti, terutama bagi mereka yang baru mulai manulis.


Langkah-langkah ini tidak mutiak harus diikuti oleh penulis-penulis yang sudah mahir. Seorang penulis yang sudah biasa dengan tulisan-tulisan yang kompleks, akan dengan mudah menyusun suatu kerangka karangan yang baik. Namun sebelum seorang penulis baru mahir menyusun sebuah karangan ia memerlukan beberaoa tuntunan.
Langkah-langkah sebagai tuntunan yang harus diikuti adalah sebagai berikut:


  • Rumuskan tema yang jelas berdasarkan suatu topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi. Tema yang dirumuskan untuk kepentingan suatu kerangka karangan haruslah berbentuk tesis atau pengungkapan maksud.
  • Langkah yang kedua adalah mengadakan inventarisasi topik-topik bawahan yang dianggap merupakan perincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi. Dalam hal ini penulis boleh mencatat sebanyak-banyaknya topik-topik yang terlintas dalam pikirannya, dengan tidak perlu langsung mengadakan evaluasi terhadap topik-topik tadi.
  • Langkah yang ketiga adalah penulis berusaha mengadakan evaluasi semua topik yang telah tercatat pada langkah kedua di atas. Evaluasi tersebut dapat dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:


Pertama: Apakah. semua topik yang tercatat mempunyai pertalian (relevansi) langsung dengan tesis atau pengungkapan maksud. Bila ternyata sama sekali tidak ada hubungan maka topik tersebut dicoret dari daftar di atas.


Kedua : Semua topik yang masih dipertahankan ke- mudian dievaluasi lebih lanjut. Apakah ada dua topik atau lebih yang se- benarnya merupakan hal yang sama, hanya dirumuskan dengan cara yang berlainan. Bila ternyata terdapat kasus yang semacam itu, maka harus diadakan perumusan bam yang mencakup semua topik tadi.


Ketiga : Evaluasi lebih lanjut ditujukan kepada persoalan: apakah semua topik itu sama derajatnya, atau ada topik yang sebenamya merupakan bawah- an atau perincian dari topik yang lain. Bila ada masukkanlah topik bawahan itu ke dalam topik yang dianggap lebih tinggi kedudukannya. Bila topik bawahan itu hanya ada satu usahakan dilengkapi dengan topik-topik bawahan yang lain.


Keempat : Ada kemungkinan bahwa ada dua topik atau lebih yang kedudukannya sederajat, tetapi lebih rendah dari topik-topik yang lain. Bila terdapat hal yang demikian, maka usahakanlah untuk mencari satu topik yang lebih tinggi yang akan membawahi topik-topik tadi.


  • Untuk mendapatkan sebuah kerangka karangan yang sangat terperinci maka langkah kedua dan ketiga dikerjakan beruiang-ulang untuk menyusun topik-topik yang lebih rendah tingkatannya.


  • Sesudah semuanya siap masih bams dilakukan langkah yang terakhir, yaitu menentukan sebuah pola susunan yang paling cocok untuk mengurutkan semua perincian dari tesis atau pengungkapan maksud sebagai yang telah diperoleh dengan mempergunakan semua langkah di atas.


  • Dengan pola susunan tersebut semua perincian akan disusun kembali sehingga akan diperoleh sebuah kerangka karangan yang baik.
     


  1. Syarat-Syarat Kerangka Karangan yang Baik
    Untuk menyusun kerangka karangan yang baik, penulis perlu memperhatikan kriteria berikut:


  1. Menggunakan bentuk kerangka standar,
  2. Menggunakan inden atau lurus secara konsisten, dan tidak mengkombinasikan bentuk-bentuk tersebut secara bersamaan dalam sebuah kerangka karangan,
  3. Menggunakan penomoran secara konsisten (angka desimal; angka romawi; kombinasi angka romawi, huruf, dan angka arab),
  4. Setiap judul bab diberi nomor secara konsisten,
  5. Setiap subbab diberi nomor secara konsisten,
  6. Setiap unsur subbab diberi nomor secara konsisten,
  7. Setiap detail unsur diberi nomor secara konsisten,
  8. Penomoran tidak melebihi empat angka (digit), dan
  9. Kerangka karangan tidak sama dengan daftar isi.
     


  1. Fungsi dan Peran Keragka Karangan


  1. Memudahkan pengendalian variabel,
  2. Memprlihatkan pokok bahasan, sub-subbahasan karangan, dan memberi kemungkinan perluasan bahasan tersebut sehingga memungkinkan penulias menciptakan suasana kreatif sesuai dengan variasi yang diinginkan,
  3. Mencegah pembahasan keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topik, judul, masalah, tujuan, dan kalimat tesis,
  4. Memudahkan penulis menyusun kerangka karangan secara menyeluruh,
  5. Mencegah ketidaklengkapan bahasan,
  6. Mencegah pengulanagan ide,
  7. Memperlihatkan kekurangan atau kelebihan materi pembahasan.


 


  1. Mengembangkan Kerangka Karangan
    Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan terhadap materi yang hendak kita tulis, jika benar-benar memahami materi yang baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. Terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembanganya harus sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus di susun secara teliti dan cermat. Semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang di tentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.
     


 


BAB III


PENUTUP


    1. Kesimpulan
      Kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan. Kerangka karangan ditulis dalam rangka untuk menghindari adanya tumpang tindih pada bagian-bagian tertentu. Selain itu, susunan penulisan yang bersifat konseptual, menyeluruh, terarah, logis, jelas, dan bersasaran dari target pembacanya. kerangka karangan juga  memudahkan kita dalam pembuatan karangan yang lebih baik.


 


Daftar Pustaka